Haswandi Hakim Agung Meninggal Dunia Sakit Apa? – Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
Salah satu putra terbaik bangsa di bidang hukum, Prof. Dr. H. Haswandi, S.H., S.E., M.Hum., M.M., yang menjabat sebagai Hakim Agung Kamar Perdata, telah meninggal dunia.
Almarhum wafat pada Selasa, 16 Desember 2025, sekitar pukul 05.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar kepergian sosok yang dikenal berintegritas dan memiliki kontribusi besar dalam pengembangan hukum perdata ini mengejutkan banyak pihak di lingkungan peradilan.
Ketua Mahkamah Agung, beserta seluruh jajaran pimpinan dan aparatur, menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan.
Lalu kenapa dan karena sakit apa penyebab Haswandi Hakim Mahkamah Agung tersebut? Adapun penyebabnya belum di ketahui hingga saat ini.
Jejak Karier Sang Pengadil
Prof. Haswandi lahir di Kota Payakumbuh atau Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada 2 April 1961.
Beliau merupakan hakim karier sejati yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk penegakan hukum dan keadilan.
Perjalanan kariernya melanglang buana dari satu pengadilan ke pengadilan lain, membentuknya menjadi seorang pengadil yang matang dan berpengalaman.
BACA JUGA: Penyebab Awhin Sanjaya Meninggal Dunia Karena Bertabrakan
Sebelum mencapai puncak karier sebagai Hakim Agung, Prof. Haswandi pernah mengemban berbagai jabatan penting.
Salah satu tugas yang paling di sorot publik adalah ketika beliau menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Posisi ini merupakan salah satu gerbang terpenting dalam sistem peradilan Indonesia, tempat berbagai perkara besar dan sensitif di sidangkan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua PN Jakarta Selatan, beliau menjadi tokoh kunci dalam pendistribusian perkara-perkara besar.
Salah satu momen historis yang mencuat adalah saat PN Jakarta Selatan di bawah kepemimpinan beliau menyidangkan dan memutus gugatan praperadilan yang di ajukan oleh tokoh-tokoh penting di Tanah Air.
Kemampuan beliau dalam memimpin pengadilan tingkat pertama yang krusial menunjukkan kualitas kepemimpinan dan profesionalismenya.
Pakar Hukum dengan Pendidikan Multidisiplin
Selain mendedikasikan diri pada karier sebagai hakim, Prof. Haswandi juga di kenal sebagai akademisi yang mumpuni.
Beliau memegang gelar ganda, mencerminkan pemahaman yang luas, tidak hanya di bidang hukum tetapi juga ekonomi dan manajemen.
Gelar-gelar akademis yang di raih mencakup Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Andalas, Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Universitas Terbuka, Magister Humaniora (M.Hum.) dari Universitas Sumatera Utara, Magister Manajemen (M.M.) dari Universitas Pancasila, dan gelar tertinggi Doktor (Dr.) Hukum dari Universitas Andalas.
Beliau juga pernah mengikuti pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas) PPRA 55 dan pada tahun 2023 mendapatkan gelar Profesor kehormatan di bidang hukum dari Universitas Islam Sultan Agung.
Beliau resmi di lantik sebagai Hakim Agung Kamar Perdata pada Selasa, 19 Oktober 2021.
Di Mahkamah Agung, ketokohan Prof. Haswandi tak hanya terbatas pada ruang sidang, beliau juga di kenal aktif dalam pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia peradilan.
Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum serta Panitera Muda Perkara Perdata Khusus Kepaniteraan MA, menunjukkan peran pentingnya di balik layar operasional dan teknis lembaga yudikatif tertinggi.
Untuk menghormati pengabdiannya, Mahkamah Agung direncanakan akan menggelar upacara pelepasan jenazah yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung.
Kepergian Prof. Haswandi meninggalkan lubang besar, namun keteladanan dan kontribusinya akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan lembaga peradilan Indonesia.
Kesimpulan
Wafatnya Hakim Agung Prof. Dr. H. Haswandi pada 16 Desember 2025 merupakan kehilangan besar bagi Mahkamah Agung dan dunia hukum Indonesia.
Sepanjang hidupnya, beliau dikenal sebagai hakim karier yang berintegritas tinggi, berdedikasi, dan memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin yang kuat.
Dari memimpin Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang strategis hingga menjabat sebagai Hakim Agung Kamar Perdata, kontribusi beliau dalam penegakan keadilan dan pengembangan hukum perdata sangat signifikan.
Prof. Haswandi meninggalkan warisan berupa profesionalisme dan keteladanan bagi generasi hakim penerus bangsa.












