Siapa itu JOJ (Jefri Onderius Janto) yang Viral? – Dunia media sosial Indonesia selalu punya cara unik untuk melambungkan nama seseorang dalam semalam.
Salah satu nama yang belakangan ini sering muncul di algoritma TikTok, Instagram, hingga X (Twitter) adalah Jefri Onderius Janto, atau yang lebih akrab di sapa dengan inisial JOJ.
Sosoknya menjadi bahan pembicaraan hangat karena gaya kontennya yang di nilai autentik, namun terkadang mengundang kontroversi sekaligus rasa penasaran.
Awal Mula Popularitas
Popularitas JOJ tidak datang dari panggung hiburan konvensional seperti televisi, namun ia viral setelah memberikan durian yang banyak.
Sebaliknya, ia membangun basis massa melalui platform video pendek. Faktor utama yang membuatnya viral adalah karakternya yang eksentrik.
Jefri sering kali menampilkan gaya hidup, opini berani, atau interaksi unik yang dianggap berbeda dari kreator konten pada umumnya.
Netizen sering kali terbagi menjadi dua kubu saat menanggapi kontennya: mereka yang merasa terhibur dengan kejujurannya, dan mereka yang mengkritik cara penyampaiannya.
Namun, justru perdebatan inilah yang menjadi “bahan bakar” bagi algoritma untuk terus menaikkan namanya hingga masuk ke jajaran trending topic.
Konten dan Daya Tarik
Apa yang sebenarnya dilakukan Jefri hingga ia begitu di kenal?
- Gaya Bicara yang Khas: JOJ dikenal memiliki cara komunikasi yang ceplas-ceplos. Di era di mana banyak orang mencoba terlihat sempurna (pencitraan), kehadiran sosok yang tampil apa adanya menjadi daya tarik tersendiri.
- Interaksi dengan Penggemar: Ia sering melakukan sesi live streaming yang interaktif. Di sinilah ia membangun kedekatan dengan pengikutnya, menjawab pertanyaan-pertanyaan nyeleneh, hingga menanggapi kritik secara langsung.
- Misteri Sosoknya: Sebagian orang merasa penasaran dengan latar belakang pribadinya. Ketertarikan publik terhadap sisi personal inilah yang membuat profilnya terus di cari di mesin pencari.
Mengapa Viralitasnya Penting?
Fenomena JOJ menunjukkan pergeseran budaya di Indonesia, di mana identitas digital seseorang bisa menjadi aset yang sangat kuat.
Jefri berhasil memanfaatkan momentum dengan konsistensi unggahan yang membuat audiensnya tetap “terikat”.
Meskipun terkadang di terpa isu miring atau komentar negatif, ia seolah membuktikan pepatah bahwa “bad news is still news” dalam dunia branding digital.
Kesimpulan
Jefri Onderius Janto (JOJ) adalah representasi dari era baru selebritas internet yang lahir dari orisinalitas dan kemampuan memicu percakapan publik.
Ia bukan sekadar nama yang lewat di beranda, melainkan sosok yang berhasil memetakan audiensnya sendiri di tengah ketatnya persaingan konten kreator.
Viralitasnya mengingatkan kita bahwa di dunia digital, menjadi berbeda sering kali lebih bernilai daripada menjadi sempurna.












