Dalam Penilaian Kinerja, Dua Aspek Utama yang Dinilai Adalah Capaian Kinerja dan Apa? – Dalam proses penilaian kinerja pegawai, organisasi umumnya menggunakan dua aspek utama sebagai dasar evaluasi, yaitu capaian kinerja dan perilaku kerja.
Kedua aspek ini saling melengkapi untuk memberikan gambaran yang utuh tentang kualitas kontribusi seorang pegawai dalam menjalankan tugasnya.
Tanpa menilai keduanya secara seimbang, penilaian kinerja akan menjadi kurang objektif dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di tempat kerja.
1. Capaian Kinerja (Performance Results)
Capaian kinerja adalah evaluasi terhadap hasil kerja yang dicapai pegawai dalam periode tertentu.
BACA JUGA: Tahap Pertama dalam Siklus Manajemen Kinerja Organisasi Adalah Tahap Apa? Jawaban Ada
Hal ini berkaitan dengan target-target yang telah disepakati dalam awal tahun, seperti output pekerjaan, penyelesaian tugas, tingkat akurasi, kecepatan, kualitas layanan, serta kontribusi pada pencapaian tujuan unit kerja.
Capaian kinerja menggambarkan apa yang telah di kerjakan pegawai dan seberapa efektif mereka memenuhi standar yang di tetapkan.
2. Perilaku Kerja (Work Behavior)
Selain hasil, penilaian juga memperhatikan bagaimana pegawai bekerja. Perilaku kerja mencakup sikap, etika, disiplin, kerjasama, integritas, kepemimpinan (bagi jabatan tertentu), komunikasi, serta kemampuan beradaptasi.
Aspek ini memastikan bahwa pegawai tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menerapkan nilai-nilai organisasi dalam kesehariannya.
Perilaku kerja penting karena menentukan budaya kerja yang sehat dan produktif.
Kedua aspek tersebut membuat proses penilaian menjadi menyeluruh. Seorang pegawai mungkin dapat mencapai target, tetapi jika perilakunya buruk, ia tetap di anggap belum memenuhi standar yang di harapkan.
Sebaliknya, perilaku baik yang tidak di barengi hasil kerja optimal juga perlu di bina melalui pembinaan kinerja.
Kesimpulan
Dalam penilaian kinerja, organisasi menilai pegawai berdasarkan capaian kinerja dan perilaku kerja.
Capaian kinerja berfokus pada hasil yang di capai, sedangkan perilaku kerja menilai bagaimana pegawai menjalankan tugas dan berperilaku sesuai nilai organisasi.
Dengan menggabungkan kedua aspek tersebut, penilaian kinerja menjadi lebih objektif, komprehensif, serta berguna untuk pengembangan karier pegawai ke depan.












