Sok Imut yang Lagi Viral Isi Videonya Apa? – Istilah Sok Imut atau perilaku yang sengaja di buat-buat agar terlihat menggemaskan kini kembali merajai lini masa media sosial, mulai dari TikTok hingga Instagram Reels.
Kata ini viral dan banyak di sangkutkan dengan sebuah link download video asli berupa file, mulai dari mediafire, videy co, terabox, doodstream.
Meski istilah ini sudah lama ada, tren terbaru menunjukkan pergeseran unik: dari yang dulunya di anggap menyebalkan (cringe), kini justru menjadi komoditas hiburan yang sangat viral.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai fenomena sok imut yang sedang naik daun di awal tahun 2026 ini.
Mengapa Konten Sok Imut Menjadi Viral?
Ada beberapa faktor yang membuat konten bertema sok imut baik itu voice acting, ekspresi wajah, maupun gaya berpakaian, bisa mendapatkan jutaan penayangan dalam waktu singkat:
Efek “Cringe” yang Adiktif Banyak penonton merasa geli atau aneh saat melihat seseorang beraksi sok imut.
Namun, rasa geli inilah yang justru membuat orang betah menonton hingga akhir dan membagikannya ke teman-teman sebagai bahan bercandaan.
Kekuatan Audio Visual Penggunaan filter wajah yang membuat mata lebih besar atau pipi lebih merona, di padukan dengan sound suara anak kecil (high-pitch), menciptakan kontras yang lucu bagi penonton dewasa.
Ironi dan Parodi Tren saat ini tidak hanya tentang menjadi imut secara tulus, tetapi lebih ke arah parodi.
Banyak kreator konten yang sebenarnya memiliki kepribadian sangar atau cuek, tiba-tiba berakting sok imut demi komedi.
Dampak Sosial: Antara Tren dan Kritik
Seperti pedang bermata dua, fenomena ini memicu perdebatan di kolom komentar. Di satu sisi, banyak yang menganggapnya sebagai hiburan ringan untuk melepas penat.
Kreator seperti “Si Paling Imut” seringkali menggunakan tren ini untuk membangun kedekatan dengan penggemar melalui interaksi yang jenaka.
Namun, di sisi lain, kritik tetap muncul. Istilah “Pick Me Girl” sering dikaitkan dengan perilaku sok imut yang di anggap hanya bertujuan untuk mencari perhatian lawan jenis.
Netizen sering kali memberikan komentar pedas jika perilaku tersebut di rasa terlalu berlebihan atau tidak pada tempatnya.
Kesimpulan
Fenomena sok imut yang viral saat ini adalah bukti bahwa audiens media sosial sangat menyukai konten yang memicu emosi kuat.
Hal ini baik itu rasa gemas maupun rasa risih yang menghibur.
Selama dilakukan dalam konteks kreativitas dan tidak merugikan orang lain, tren ini tetap akan menjadi bumbu warna-warni di dunia digital kita.












